BANGKA SELATAN, DIKSINEWS.COM – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Selatan menggelar audiensi dengan Polres Bangka Selatan, Selasa (28/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung santai itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pengurus baru PWI Bangka Selatan periode 2026-2029, tetapi juga forum penyampaian uneg-uneg wartawan, khususnya terkait akses informasi dan rilis kasus.
Rombongan PWI dipimpin Ketua PWI Bangka Selatan, Nopranda Putra, didampingi Sekretaris Riky Saputra, Ketua SIWO Leo Martin, Sekretaris SIWO Dolly, serta anggota lainnya. Mereka disambut langsung Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto bersama jajaran Pejabat Utama (PJU).
Dalam dialog terbuka, Wakil Ketua PWI Basel, Astoni, secara lugas menyoroti persoalan keterbukaan informasi, khususnya terkait identitas tersangka dalam rilis kasus.
“Kami sering ditanya masyarakat siapa tersangkanya, nama aslinya siapa. Tapi kami sendiri tidak punya data itu. Ini yang jadi kendala di lapangan,” ujar Astoni.
Hal senada disampaikan Ketua PWI Basel, Nopranda Putra, yang menyoroti lambannya akses informasi awal, terutama dalam kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
“Kami berharap ada solusi. Karena untuk pemberitaan awal lakalantas, kami sering kesulitan mendapatkan informasi,” kata Nopranda.
Tak hanya itu, Pembina PWI Basel, Dedi Irawan, juga menyinggung mekanisme konfirmasi yang dinilai masih terbatas, terutama saat pejabat humas tidak berada di tempat.
“Kalau di tingkat Polda, ada kebijakan bisa langsung ke direktur. Harapannya di Polres juga bisa seperti itu, agar komunikasi lebih cepat,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup diri, namun tetap terikat aturan hukum yang berlaku.
“Kami bukan tidak terbuka, tapi memang ada batasan. Untuk identitas tersangka, kami terbentur KUHP yang baru, sehingga tidak bisa sembarangan ditampilkan,” tegas Kapolres.
Meski demikian, ia memastikan pihaknya tetap membuka ruang komunikasi bagi rekan-rekan media untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
“Silakan koordinasi dengan Kasi Humas atau kasat. Kami terbuka untuk komunikasi dan akan berupaya lebih komunikatif ke depan,” katanya.
Terkait kendala informasi lakalantas, Kapolres menyebut ada prosedur yang harus dilalui, namun pihaknya akan menindaklanjuti masukan tersebut.
“Ini akan kami evaluasi. Kami juga akan sampaikan ke jajaran agar lebih responsif terhadap kebutuhan informasi media,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kapolres juga menekankan pentingnya peran media dalam mendukung kinerja kepolisian, terutama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Percuma kami bekerja kalau tidak diketahui masyarakat. Di situlah peran media sangat penting,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa sebagai pelayan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan warga, pihak kepolisian tentu masih ada kekurangan dalam pelayanan, mengingat kepolisian bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa Polres Bangka Selatan akan selalu terbuka terhadap informasi dan masukan dari rekan-rekan pers.
”Kami menyadari ada rasa puas dan tidak puas di masyarakat. Itulah risiko pelayanan. Intinya, Polres Bangka Selatan selalu terbuka. Jika ada informasi, silakan sampaikan kepada kami,” imbuhnya.
Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama antara pengurus PWI Bangka Selatan dan jajaran Polres Bangka Selatan.
(Rils)

