Bangka, Diksinews.com – Mewakili PJ Bupati, Staf Ahli Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Boy Yandra SKM MPH membuka kegiatan pertemuan koordinasi multi sektoral pengembangan rencana aksi penanggulangan Tuberkulosis tingkat Kabupaten Bangka tahun 2023 di Rumah Pertemuan Kantor Dinas Kesehatan Bangka, Selasa (30/1/2024).
Dalam sambutannya, Boy Yandra menyampaikan menurut global TBC report tahun 2023, Indonesia menduduki peringkat kedua beban TBC setelah India. Sedangkan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 mencatat angka penemuan kasus TBC sebesar 682.17p atau 64 persen dari 1.060.000 kasus TBC yang belum ditemukan.
Di Kabupaten Bangka angka penemuan kasus TBC tahun 2023 tercatat sebanyak 662 kasus atau 44.46 persen. Jadi masih ada 55.54 persen dari 1.489 kasus TBC yang belum terjangkau, terdeteksi maupun terlaporkan dengan baik sehingga berpotensi menjadi sumber penukaran TBC di masyarakat.
Dikatakan Boy Yandra, tuberkulosis merupakan masalah kesehatan bersama sebab TBC tidak hanya menyebabkan kematian bagi penderita dan keluarganya. Namun, juga menyebabkan beban ekonomi yang besar bagi negara. Oleh karena itu, untuk mewujudkan cita-cita eliminasi TBC pada tahun 2024 diperlukan keterlibatan lintas program dan lintas sektor dalam penanggulangan.
“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pengobatan dan pelaporan program pengendalian TBC dibutuhkan penguatan jejaring layanan dengan melibatkan fasyankes pemerintah maupun swasta dengan cara melakukan investigasi kontak yaitu deteksi dini secara sistematis terhdap kontak erat dengan kasus TBC sebagai sumber infeksi,” ujarnya.
“Pengendalian penyakit TBC masih merupakan tantangan besar di Kabupaten Bangka, peran seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dari segenap jajaran pemerintah dan kontribusi pihak swasta sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program nasional TBC ini,” tambahnya.
Boy Yandra tegaskan terdapat 3 penyebab dari gagalnya penanganan atau pengobatan TBC, yaitu :
1. Sosiodemografi atau jarak yang jauh
2. Ekonomi
3. Pengetahuan dan persepsi
“Saya melihat keberadaan konsorsium PENABULU STPE merupakan salah satu jawaban dari tantangan pengendalian penyakit TBC yang telah bersinergi dalam menuju eliminasi TBC di Kabupaten Bangka,” pungkasnya.

