Bangka, Diksinews.com – Melihat adanya penambangan ilegal yang masih saja membandel beraktivitas di Lingkungan Jalan Laut, Kelurahan Matras tepatnya di belakang SD Negeri 18 Sungailiat membuat tokoh masyarakat dan Ketua RT. 03 melakukan aksi pengusiran.
Ketua RT. 03 Desi Aliani bersama puluhan warganya saat mendatangi para penambang mengatakan jika pihaknya tidak akan mentoleransi lagi bagi para penambang yang merambah lahan di belakang SD Negeri 18.

“Kami dengan warga yang tinggal di Kawasan Jalan Laut ini sudah sepakat tidak ingin lagi ada penambangan di lokasi ini. Dan keinginan masyarakat tersebut tidak bisa dinegosiasikan lagi,” tegasnya, Rabu malam (29/3/2023).
Dengan nada kesal, Desi Aliani menyebutkan dampak negatif dari penambangan itu sangat banyak salah satunya ada sebagian tembok sekolah SDN 18 yang roboh, dan beberapa rumah warga mengalami banjir jika musim penghujan tiba. Ia menuturkan jika pihaknya beberapa hari yang lalu sudah meminta kepada para penambang untuk berhenti menambah, namun permintaan tersebut hanya satu berhenti kemudian dihari berikutnya berjalan lagi.
“Yang membuat kami kecewa itu, mereka kerja malam hari. Suara mesinnya itu benar -benar mengganggu ketika warga sedang beribadah sholat tarawih,” imbuhnya.

“Ini tadi di depan Pak Kasat Reskrim Polres Bangka, Kasat Intel, Lurah Matras, Tokoh Masyarakat Jalan Laut, personil Polair Polres Bangka dan puluhan masyarakat Jalan Laut, kita sudah melakukan kesepakatan dengan penambang yakni mereka (penambang red.) harus membereskan alat-alat tambang paling lambat besok pagi. Intinya kami tidak ingin lagi ada penambangan di lingkungan jalan laut,” sebutnya.
Sementara itu Lurah Matras, Tedi Joko yang turut hadir dalam aksi tersebut mengatakan jika pihaknya akan mendukung keinginan warga RT. 03 Jalan Laut seperti apa yang disampaikan didepan aparat kepolisian.
“Warga sekitar ini sudah merasa terganggu sekali karena penambang ini beraktivitas malam hari. Harapan kami sama seperti warga ini, jika ingin mencari rejeki bisa saling menghargai dan yang terpenting bisa kondusif jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” pungkasnya.

