Bersama Klinik DRH Toboali, Dinsos Basel Buka Akses Layanan Kesehatan Mental untuk Korban Kekerasan

BANGKA SELATAN, DIKSINEWS.COM – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( Dinsos DPPA) Kabupaten Bangka Selatan menjalin kerja sama dengan Klinik Pratama DRH Toboali untuk memperluas layanan perlindungan dan pendampingan bagi perempuan dan anak.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Toboalk pada Jumat (5/6/2026). Kolaborasi ini ditujukan agar penanganan kasus yang melibatkan perempuan dan anak dapat ditangani lebih cepat dan profesional, mulai dari kekerasan, penelantaran, diskriminasi, hingga permasalahan sosial lainnya.

Dalam nota kesepakatan, kedua pihak sepakat menyediakan layanan konseling psikologi, asesmen psikologis, pendampingan korban, rujukan ke layanan lanjutan, sosialisasi kesehatan mental, serta koordinasi penanganan kasus.

Plt Kepala Dinsos PPPA Bangka Selatan Nasrullah, SST, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan perlindungan di wilayahnya.

“Sinergi ini sangat positif. Kami ingin memastikan perempuan dan anak yang membutuhkan pendampingan psikologis bisa mendapat layanan yang mudah dijangkau dan dikelola secara profesional,” kata Nasrullah.

Ia menjelaskan, pemulihan kondisi psikologis korban kekerasan maupun masalah sosial lainnya memegang peran penting. Karena itu, keterlibatan lembaga kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pendampingan.

Sementara itu, Direktur Klinik Pratama DRH Toboali dr Rudi Hartono, MM, menyatakan kesiapannya mendukung program perlindungan perempuan dan anak melalui layanan psikologi di kliniknya.

“Kami siap memberikan layanan terbaik, terutama bagi perempuan dan anak yang membutuhkan pendampingan psikologis. Harapannya, proses penanganan dan pemulihan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar dr Rudi.

Selain layanan pendampingan, Dinsos PPPA dan Klinik DRH Toboali juga akan menggelar kegiatan edukasi serta sosialisasi kesehatan mental kepada masyarakat. Tujuannya untuk mencegah munculnya persoalan sosial yang berpotensi merugikan perempuan dan anak.

“Dengan adanya kerja sama ini, kedua institusi berharap layanan bagi perempuan dan anak di Bangka Selatan menjadi lebih terintegrasi, sehingga perlindungan dan pemulihan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.

(*)