BANGKA SELATAN, DIKSINEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Badan Keuangan Daerah (Bakuda) terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Kepala Dinas Bakuda, Arianto menjelaskan bahwa PAD ini merupakan sebuahpendapatan yang bersumber dari potensi daerah, dengan meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.
“Di tahun anggaran 2025, Pemkab Basel menargetkan PAD sebesar Rp100,7 miliar, meningkat dibandingkan target tahun 2024 yang berada di kisaran Rp83,4 miliar,” tutur Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Basel, Arianto, Selasa (13/1/2026).
Dengan realisasi PAD pada tahun 2025 mencapai Rp96,36 miliar atau sekitar 90 persen dari target Rp100,7 miliar. Capaian tersebut dinilai cukup baik meskipun belum sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Maka dari itu, peningkatan target dari PAD diharapkan dapat memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik,” imbuhnya.
Ia mengakui bahwa realisasi PAD pada tahun sebelumnya masih menjadi tantangan. Pada 2024, capaian PAD yang belum sepenuhnya memenuhi target, sehingga diperlukan evaluasi dan optimalisasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola pendapatan.
“Tak hanya PAD, struktur keuangan daerah Pemkab Basel masih didominasi oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Pendapatan transfer tersebut meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta Dana Bagi Hasil (DBH),” ungkap Arianto.
Arianto menambahkan, realisasi pendapatan transfer pada 2025 mencapai Rp847,043 miliar atau sekitar 96 persen. Dana tersebut masih menjadi sumber utama pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Basel.
“Saat ini, Kita masih didominasi pendapatan daerah dari DAU, DAK, serta DBH, dengan realisasi mencapai 96 persen. Sementara itu, realisasi opsen pajak kendaraan pada 2025 tercatat sekitar 77 persen atau Rp10,303 miliar. Adapun opsen bea balik nama kendaraan bermotor mencapai 117 persen atau sebesar Rp7,7 miliar,” terangnya.
Menurutnya, keberadaan opsen pajak tersebut sangat membantu pembiayaan pembangunan daerah, terutama untuk sektor infrastruktur dan program prioritas lainnya. Kontribusi inilah yang dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan di Basel.
“Pemkab Basel menilai ketergantungan terhadap dana transfer masih cukup tinggi, sementara kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah relatif kecil. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penggalian potensi lokal, peningkatan kepatuhan pajak dan retribusi, serta penguatan sektor unggulan daerah,” ucap Arianto.
“Dengan peningkatan PAD yang berkelanjutan, diharapkan Basel dapat memperkuat kemandirian fiskal, mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat, serta mempercepat pembangunan daerah yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya
(*)

