BANGKA SELATAN, DIKSINEWS.COM – Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Desa Penutuk, Tahap I Tahun Anggaran 2026 Wilayah Kodim 0432/Basel secara resmi digelar di Lapangan Bola Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Selasa (10/2/2026).
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Sekda Basel Hefy Nuranda, secara resmi membuka pelaksanaan TMMD Tahap I di Desa Penutuk yang akan berlangsung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026.
Upacara pembukaan TMMD tersebut dihadiri oleh, Kepala Staf Kodam 2/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, Waaster Kasdam II/Sriwijaya Letkol Inf Arie Budiman, Kasrem 045/Garuda Jaya Kolonel Inf Aliatin Mahmudi, Kasiter Kasrem 045/Garuda Jaya Kolonel Kav Sigit Priyo Utomo, Kasi Pers Kasrem Letkol Inf Gani Rahman, Dandim 0432/Basel Letkol Inf Agus Wicaksono, Dandenpom 5/2 Bangka Letkol Cpm Rivan Bagus Simarmata, Dandenzibang 5/II Bangka Letkol Czi Risky Cahyono, Danposmat TNI AL Toboali Peltu Paul Prisko, Kapolres Basel Akbp Agus Arif Wijayanto, Kajari Diwakilkan Kasi Datun Sardo Okto B Simanulang, Sekda Basel Hefy Nuranda, Asisten Pemkab Basel, Kepala OPD dan segenap undangan.
Dalam amanatnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Selatan (Basel) Hefy Nuranda menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran TNI atas konsistensi pengabdian kepada masyarakat melalui program TMMD.
“Kami, atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada jajaran TNI yang kembali menunjukkan komitmen dan pengabdian nyata kepada masyarakat Kabupaten Basel melalui pelaksanaan TMMD ini,” ucap Hefy.
Hefy juga menjelaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata sinergi dan kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam rangka mempercepat pembangunan wilayah pedesaan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di NKRI.
“Dengan melalui kegiatan TMMD, semua telah terbukti mampu menjangkau daerah-daerah terpencil dan mempercepat pembangunan infrastruktur desa yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, bahwa pembangunan desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Desa bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi juga subjek strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan sosial, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Untuk kegiatan fisik meliputi pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer dan lebar 7 meter, pembuatan 1 titik sumur bor, pembangunan 1 unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 200 batang pohon keras, pembersihan lingkungan, serta rehabilitasi 1 unit masjid Pelaksanaan TMMD di Desa Penutuk ini merupakan bentuk perhatian bersama terhadap kebutuhan riil masyarakat desa.
Sedangkan kegiatan non fisik sendiri mencakup penyuluhan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, penguatan kembali budaya gotong royong, penyuluhan kamtibmas, posyandu, serta Posbindu PTM.
Pelaksanaan TMMD ke- 127 di Desa Penutuk merupakan bentuk perhatian bersama terhadap kebutuhan riil masyarakat desa.
“Desa Penutuk memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia, pertanian, maupun sosial kemasyarakatan. Melalui TMMD ini diharapkan terwujud peningkatan kualitas infrastruktur desa serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan non fisik berupa penyuluhan, sosialisasi, pembinaan dan penguatan kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai benteng pertahanan negara yang paling kokoh,” tuturnya.
Sekda juga menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya rasa memiliki, kepedulian serta partisipasi aktif masyarakat.
“Maka, dari itu kami dari Pemerintah Daerah mengajak seluruh warga Desa Pemutuk untuk berperan aktif dalam setiap kegiatan TMMD, untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan, serta menjadikan TMMD sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” pungkasnya.
Di ujung penyampaian, Sekda Basel menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI yang bertugas.
“Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat pertahanan, tetapi juga sebagai sahabat, mitra dan penggerak pembangunan,” tutup Hefy.
(Dolly)

