*Sebenarnya Sagu apa Bukan Isi Muatan!
BANGKA SELATAN, DIKSINEWS.COM – Sebanyak 14 truk dari Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung, tiba di Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan, Kamis sore (14/8/2025). Dengan menggunakan kapal KM Menumbing sekitar pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan data manifest yang didapat terdapat 1 truk barang retur, 5 truk bermuatan minyak, 2 truk bermuatan sagu, 1 truk Indomaret, 2 truk kosong dan 1 truk paket. Sedangkan sisanya mobil minibus dan kendaraan roda 2.
Pengiriman timah secara ilegal dari Belitung menggunakan Kapal Menumbing Raya menuju Pelabuhan Sadai Basel disebut – sebut bukan hal baru.
Namun, dari belasan truk tersebut, dua di antaranya yang disebut bermuatan sagu justru mengundang kecurigaan. Kuat dugaan, muatan sagu itu hanya kedok untuk membawa pasir timah.
Saat dalam pantauan, yang mengundang tanda tanya, 2 truk bermuatan sagu justru terpantau keluar area pelabuhan diduga dapat pengawalan yang telah stay menunggu di luar kawasan pelabuhan.
Lalu, 2 truk yang diduga membawa timah melaju arah Toboali secara konvoi dan diduga mendapat pengawalan ketat dari beberapa kendaraan minibus berwarna hitam, silver dan putih.
Terpantau juga keberadaan minibus yang telah stay di depan retail modern tepatnya tak jauh dari depan gerbang masuk pelabuhan. Kemudian, setiba di Jalan Raya parit 7 konvoi 2 truk tersebut terlihat masih mendapat pengawalan dari minibus yang tak kunjung menyalip laju 2 truk muatan sagu itu.
Tak hanya itu, terlihat konvoi 2 truk bermuatan sagu sesuai dalam manifest yang didapat itu, hingga disambut minibus lainnya setelah masuk ke wilayah Toboali hingga ke arah ujung Gadung dan menuju ke arah Pangkalpinang.
Dengan adanya dugaan pengawalan pada konvoi 2 truk tersebut, mendapat kecurigaan terhadap isi muatan yang menjadi dipertanyakan besar kenapa muatan sagu harus mendapat pengawalan.
Ironisnya, meski dugaan semacam ini sudah kerap diberitakan, aparat penegak hukum (APH) tak terlihat di lokasi untuk memeriksa muatan dua truk tersebut. Sehingga, publik pun bertanya-tanya, mengapa truk-truk yang diduga membawa timah masih bisa melenggang bebas masuk Bangka.
Sebelumnya, situasi di Pelabuhan Sadai sempat memanas saat awak media berdebat dengan beberapa sopir truk. Para sopir mengaku risih dengan pemberitaan yang menyebut diduga adanya muatan timah.
“Kami menolak, karena kami tidak membawa timah dan risih dengan pemberitaan tersebut,” ungkap salah satu sopir, Kamis (14/8).
“Intinya kami ini hanya sopir yang membawa minyak. Atasan juga sempat mempertanyakan apakah kami membawa timah atau tidak. Risih sih,” tambahnya.
(Tim)

