Pimpin Apel HAKORDIA, Kasi Pidsus Kejari Basel Sampaikan Amanat Jaksa Agung RI

BANGKA SELATAN, DIKSINEWS.COM – Kejaksan Negeri (Kejari) Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Apel Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA), “Sinergi Berantas Korupsi, Untuk Indonesia Maju”, Senin (19/12/23)

Kegiatan apel Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini dilaksanakan di Halaman Gedung Perkantoran Kejakasaan Negeri Basel dan di pimpin langsung oleh, Kepala Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Zulkarnain Harahap S.H.

“Kepala Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Zulkarnain Harahap S.H. menyampaikan, Apel Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) dengan tema “MAJU MEMBANGUN NEGERI, TANPA KORUPSI” kami laksanakan dalam hal memperingati hari anti korupsi sedunia yang jatuh setiap tanggal 9 Desember,” jelasnya.

Dengan mengusung Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) “Sinergi Berantas Korupsi, Untuk Indonesia Maju”, sehingga Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Melaksanakan Apel Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dengan tema “MAJU MEMBANGUN NEGERI, TANPA KORUPSI”

 

“Tema “MAJU MEMBANGUN NEGERI, TANPA KORUPSI” memiliki filosofi mendalam sebagai pelecut bagi setiap elemen masyarakat serta aparat penegak hukum untuk senantiasa bahu membahu, bersinergi, dengan semangat serta daya juang yang sama dalam memerangi kejahatan rasuah di Indonesia, Semangat untuk menjadikan gerakan bangsa anti korupsi bukanlah suatu kebijakan yang lahir dari basa- basi belaka,” imbunya.

Namun berasal dari alasan mendasar bahwa terdapat situasi yang memprihatinkan dari negara-negara di dunia karena masifnya perilaku koruptif yang terjadi, Sebagai pengingat bahwa tepat 20 (dua puluh) tahun lalu, Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan secara terang-terangan menyampaikan dihadapan 191 anggota Majelis Umum PBB bahwa praktik korupsi benar-benar melukai perasaan kaum miskin, serta korupsi telah menjadi batu sandungan dalam upaya mengurangi kemiskinan dan pembangunan di setiap negara.

“Tetapi, Pernyataan tersebut bukanlah sebuah isapan jempol, berdasarkan laporan Indonesian Corruption Watch (ICW) pada 2022 lalu total potensi kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi ada pada kisaran Rp 42.747 triliun1 (empat puluh dua tujuh ratus empat puluh tujuh miliar),” ungkap Zulkarnain

Fakta empiris tersebut membuktikan bahwa berbagai perkara tindak pidana korupsi di Indonesia telah membahayakan stabilitas pembangunan sosial, perekonomian negara, dan juga politik negara, dengan kata lain korupsi merupakan ancaman bagi bangsa dalam upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

“Mendasari hal tersebut, Kejaksaan Republik Indonesia sebagai garda terdepan yang memiliki peran penting dan vital dalam penegakan hukum harus mampu menangkap asa dan harapan masyarakat yang mendambakan pemerintahan yang bersih, hal tersebut hanya dapat dicapai melalui upaya tidak berkesudahan untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas penanganan perkara dengan bertindak secara profesional dan proporsional serta selalu berpedoman pada ketentuan perundang-undangan. Oleh karena itu, momentum Peringatan Hari Anti Korupsi seyogyanya menjadi stimulus komitmen Kejaksaan untuk terus berikhtiar mencegah dan memerangi korupsi di level manapun,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, bahwa Jaksa Agung pun mengingatkan bahwa yang kita tangani adalah kejahatan kerah putih (white collar crime), para koruptor akan selalu berusaha untuk mencari celah dan meloloskan diri dari jerat hukum, yang salah satunya dilakukan dengan cara memanfaatkan rendahnya integritas aparat penegak hukum.

“Dengan demikian penting bagi kita untuk mengingat kembali dan senantiasa memegang teguh sumpah jabatan yang telah kita ucapkan untuk diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga pada gilirannya akan menciptakan citra diri positif yang diharapkan akan menjadi virus kebaikan untuk menyebarkan tumbuh kembangnya budaya dan perilaku anti korupsi di masyarakat, sekaligus menjadi ancaman dan mempersempit ruang gerak bagi siapa pun yang ingin melakukan praktik korupsi,” katanya

 

Semoga situasi yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat bagi seluruh insan Adhyaksa bahwa saya tidak pernah menoleransi setiap bentuk tindakan tercela maupun penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan.

“Saya ingin Kejaksaan hadir di masyarakat sebagai teladan serta figur yang memiliki konsistensi serta integritas yang mumpuni dalam proses pemberantasan korupsi,” tutupnya.

 

Kegiatan Apel Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) ini di pimpin oleh Zulkarnain Harahap S.H Selaku Kepala Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangka Selatan yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan serta di hadiri oleh Seluruh Kasi, Kasubagbin dan para pegawai Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, adapun amanat Jaksa Agung Republik Indonesia yang di bacakan oleh Pimpinan Apel Zulkarnain Harahap S.H,.

 

(Dolly)