Ketua FP3KD Bangka Harap Penambang Rakyat Menjadi Mitra Perhutanan Sosial

Bangka, Diksinews.com – Menjamurnya kegiatan penambangan rakyat dalam kawasan hutan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi Pemprov maupun Pemkab. Yang mana hal itu disebabkan dengan berbagai alasan yang di sampaikan oleh para penambang yang semuanya bermuara pada kebutuhan ekonomi keluarga, kerusakan lingkungan dan pendapatan negara.

Sementara potensi cadangan timah yang banyak di nilai berada dalam kawasan hutan karena di saat penetapan wilayah kawasan hutan oleh pihak pusat merupakan wilayah penambangan PT. Timah Tbk .

Permasalahan tersebut turut di respon oleh Gustari selaku Ketua Forum Pemerhati Pertambangan Perkebunan dan Kehutanan Daerah (FP3KD) Kabupaten Bangka. Saat dihubungi oleh awak media Diksinews.com melalui saluran telepon di hari Senin 27 November, dirinya menyebutkan bahwa kebutuhan hidup masyarakat dengan sumberdaya alam selalu saling bergantungan.

Namun, menurut pendapat Gustari, hal itu dibatasi oleh aturan-aturan yang termuat dalam suatu undang-undang, PP, Kepmen dan aturan lainnya.

“Saya sangat berharap agar kegiatan penambangan rakyat menjadi salah satu permodalan kegiatan dalam kawasan hutan. Mereka dapat bermitra dengan perhutanan sosial dalam hal memanfaatkan kolong kolong untuk kegiatan tambak atau wisata pemancingan sebagai solusi pemanfaatan potensi lahan sehingga menjadi ekonomis,” tutupnya.