DPP HNSI Memperingati HUT ke 50 Dengan Tema  “Nelayan Sejahtera Negara kuat”

JAKARTA,DIKSINEWS —  Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT )  Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ke 50 dengan tema ” Nelayan Sejahtera Negara kuat” dalam hal ini Bendahara umum (Bendum)Dewi  Angraeni SE.MM menyampaikan  HUT EMAS ke 50,HNSI akan  membuat gebrakan untuk kesejatheraan nelayan.

Pelaksana peringatan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum DPP HNSI Mayjen TNI Mar (Purn)Dr.H Yusuf Soliehien M,MBA,PHD,,serta  para kabid dan jajaran DPP HNSI,di Sekretariat DPP HNSI jalan Ir Juanda Kecamatan Gambir kota Jakarta Pusat.

Dewi  Angraeni SE.MM katakan  HNSI merupakan wadah bagi nelayan untuk menyampaikan  aspirasinya ,kita siap membantu karena kita merupakan garda terdepan

Ia mejelaskan lahir Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) secara nasional resmi berdiri pada tanggal 21 mei 1973 .

“Di usia yang cukup dewasa ini saya berharap HNSI di seluruh Indonesia harus berperan lebih aktif dan berinovasi,karena nelayan itu harus didampingi untuk menujuh modernisasi. imbuh Dewi  Angraeni SE.MM,” ucapnya.

Ia katakan HNSI sudah seharusnya menjadi Pilar utama pendapatan Nelayan Indonesia khususnya dan devisa Negara pada dasarnya krn Indonesia adalah Negara kepulauan.

Untuk itu sangat perlu menggandeng investor yang mempunyai jaringan ( Net work ) ke segala pasar baik didalam dan diluar negeri.

Lebih lanjutnya dia mengatakan nvestor juga diarahkan membangun sentra pasar – sentra pabrik es – sentra pabrik pengalengan ikan.Serta otomatis mempersiapkan boat (kapal2 kecil untuk nelayan kita)

Dia menambahkan tak lupa juga pangsa pasar untuk produk udang berbagai jenis dan kepiting berbagai asal sangat potensial sekali

Dengan anggota yg sangat besar sangat memungkinkan HNSI akan bisa menjadi tuan rumah sendir atas hasil perikanan di lautan dan Budi daya hasil laut lainnya.

“Bagaimana HNSI di usia 50 tahun ini ,agar bisa memperjuangkan hak hak dan  kepentingan nelayan serta menghargai dan  menjunjung tinggi proporsional nelayan secara independen,” pungkasnya.

(To2)