BANGKA SELATAN, DIKSINEWS.COM – Aktivitas pengerukan pasir timah kembali menjadi sorotan di Bangka Selatan. Kali ini, tiga unit excavator terlihat bekerja bebas di area kolong jalur dua yang mengarah ke Komplek Perkantoran Pemkab Bangka Selatan.
Saat ditinjau langsung di lapangan, tampak dua unit excavator biru merek Kobelco dan satu unit kuning merek Hitachi tengah mengais tanah secara bersamaan, baik di bagian atas maupun bawah kolong.
Lokasi pengerukan berada sangat dekat dengan jalur utama menuju pusat perkantoran Pemkab. Setiap hari, ruas jalan ini dilintasi pejabat daerah, ASN, hingga warga yang beraktivitas di kawasan perkantoran.
Di lapangan, material tanah diangkut dari titik yang diduga mengandung pasir timah. Titik pengerukan juga berada tidak jauh dari saluran drainase dan gorong-gorong yang berfungsi mengalirkan air.
Akibat aktivitas tersebut, kondisi tanah di sekitar area berubah drastis. Beberapa bagian tampak terbuka dan membentuk cekungan baru yang diduga bekas pengambilan material.
Kehadiran tambang yang beroperasi terang-terangan di lokasi strategis ini langsung menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas. Apalagi area pengerukan berdekatan dengan fasilitas umum berupa jalan raya dan saluran air yang vital bagi pengendalian aliran.
Publik pun mempertanyakan legalitas kegiatan ini. Apakah sudah mengantongi izin resmi, atau berjalan tanpa dasar hukum yang jelas?
Sampai saat ini belum ada kepastian apakah lahan tersebut masuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan milik PT Timah Tbk. Identitas pemilik, pengelola, maupun pihak yang bertanggung jawab atas pengerukan juga belum terungkap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi yang kini digali sebelumnya merupakan jalur aliran air. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa area tersebut berada di kawasan Daerah Aliran Sungai.
Jika benar demikian, pengerukan berpotensi mengganggu fungsi drainase, mengubah struktur tanah, hingga berdampak pada ekosistem di sekitarnya.
Yang menjadi sorotan, kegiatan ini berlangsung terbuka di tempat yang mudah terlihat publik. Hingga berita diturunkan, pihak terkait masih diupayakan untuk dimintai keterangan.
(Dolly)

