Soroti Soal Senpi dan Mobil, Kuasa Hukum dr. Fauzan Minta Penyidik Gali Motif Pemberi Kuasa

BANGKA SELATAN, ERANEWS.CO.ID – Kuasa hukum dr. Fauzan meminta penyidik Polres Bangka Selatan mendalami motif di balik kasus penganiayaan kliennya. Sorotan utama diarahkan pada kepemilikan senjata api dan mobil yang diduga terkait dengan perkara tersebut.

Hal ini, disampaikan Kuasa hukum dr. Fauzan, Berry dari BAP Law Office seusai rekontruksi digelar, ia menegaskan ada dua hal penting yang harus diungkap penyidik. Pertama, terkait dugaan penggunaan senjata api dalam rangkaian peristiwa. Kedua, soal mobil yang diduga digunakan tersangka saat mendatangi korban.

“Kami minta penyidik tidak berhenti di pelaku lapangan. Soal senpi dan mobil ini harus digali. Siapa pemiliknya, apa perannya, dan apa motif pemberi kuasa di balik kasus ini,” tegas Berry, Kamis (6/5/26).

Menurut Berry, pengungkapan dua barang bukti itu krusial untuk membongkar apakah ada aktor lain di balik aksi penganiayaan terhadap dr. Fauzan. Ia mendesak agar polisi mengusut tuntas hingga ke pemberi perintah, bukan hanya eksekutor.

“Kalau memang ada senpi, ini serius. Kalau mobil itu milik siapa dan dipakai atas perintah siapa, itu juga harus jelas. Jangan sampai kasus ininberhenti di tersangka RD dan RM saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Basel telah menetapkan RD dan RM sebagai tersangka kasus dugaan pengeroyokan terhadap dr. Fauzan.

Kasus ini terjadi pada pertengahan Februari 2026 di rumah korban di Kelurahan Teladan, Toboali. Aksi kekerasan disebut dilakukan di depan istri korban, sehingga menyita perhatian publik.

Berry mengapresiasi langkah Polres Basel yang sudah menggelar rekonstruksi 30 adegan. Namun ia berharap penyidik lebih dalam menggali motif. “Rekonstruksi sudah, tersangka sudah ada. Sekarang tinggal ungkap motif sebenarnya dan siapa yang memberi kuasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Pihak Polres Bangka Selatan menyatakan masih terus mendalami kasus tersebut dan telah menyiapkan tim dilapangan. Kasat Reskrim menegaskan penanganan dilakukan profesional dan transparan hingga semua fakta terungkap.

(Dolly)