BANGKA SELATAN, DIKSINEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengikuti Konsinyering Evaluasi Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Keikutsertaan ini jadi langkah strategis Pemkab Basel untuk memastikan pengembangan pariwisata daerah sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (14/4/2026). Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Ruang Studio Perencanaan Pulau Kelapan Bappelitbangda Kabupaten Bangka Selatan dan diikuti secara bersama oleh lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta instansi terkait dari kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, menegaskan, Pemkab Basel serius mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru. “Kita punya pantai, budaya, sampai Geopark. Lewat forum ini kita pastikan semua potensi itu masuk dalam skema pengembangan RIDPN agar dapat dukungan pusat,” ujarnya.
Dalam rincian komponen, pelaksanaan kegiatan kelembagaan tercatat mencapai 59,09 persen, infrastruktur 59 persen, serta SDM dan partisipasi masyarakat sebesar 52 persen. Namun demikian, komponen iklim usaha masih menunjukkan capaian yang relatif rendah, sehingga menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.
“Hasil evaluasi ini menjadi bahan penting bagi kita untuk melakukan perbaikan dan penyelarasan program, khususnya dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pariwisata di daerah. Kami juga akan terus memperkuat koordinasi antar OPD serta bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar target pengembangan pariwisata dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan tercatat sebagai salah satu instansi dengan jumlah kegiatan terbanyak, yakni mencapai 34 kegiatan dalam pelaksanaan RIDPN di tingkat kabupaten/kota.
Konsinyering ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan dan implementasi RIDPN yang menjadi acuan pembangunan kepariwisataan nasional. Dalam forum tersebut, setiap daerah menyampaikan progres pengembangan destinasi, termasuk infrastruktur pendukung, SDM, promosi, serta investasi pariwisata.
Pemkab Bangka Selatan berharap melalui konsinyering ini, program pengembangan pariwisata Basel mendapat perhatian dan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. “Target kita pariwisata Basel naik kelas dan berdampak langsung ke PAD serta ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
(*)

