Ketika Media Sosial Mengubah Gaya Hidup Kita

*Oleh Nadea Purnama Lastari
NIM: 5122511015
Fakultas: Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung
Prodi: S1 Ilmu Politik
Mata Kuliah: Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu: Wilda Afriani, S.S., M.pd.

DIKSINEWS.COM.PANGKALPINANG –Perkembangan tekhnologi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini. Berbagai informasi dan komunikasi yang sangat mudah kita dapatkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir setiap orang tidak memandang umur, pastinya menggunakan media sosial. Media seperti Tiktok, Instagram, Twitter, Youtube bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi dapat menjadi sarana hiburan dan pendidikan. Namun dibalik manfaat itu, munculnya pengaruh yang besar terhadap kehidupan.

Media sosial adalah sebuah media online yang memudahkan para penggunanya untuk berpartisipasi,berbagi, jejaring sosial, forum serta dunia virtual. Di era modern ini media sosial sudah menjadi gaya hidup orang-orang khususnya dikalangan generasi muda. Gaya hidup adalah sesuatu yang ada dan dipraktikkan oleh orang di sekelilingnya, ibaratnya gaya hidup itu seperti panutan bagi semua orang.

Perubahan yang terjadi karena pengaruh media sosial mencakup cara berpakaian, berinteraksi serta pola pikir orang dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan yang paling mencolok ialah munculnya tren yang ada. Sehingga dengan adanya media sosial hal ini cepat menyebar dan diikuti oleh banyak orang. Misalnya tren dalam berpakaian, makanan yang enak dan lain lain. Orang yang melihat hal itu akan berlomba lomba untuk mengikutinya, akibatnya muncul perikaku konsumtif yang berlebihan karena tidak ingin kalah dengan orang lain yang sudah mengikutinya terlebih dahulu.

Dalam bermedsos juga timbulnya tekanan pada diri kita harus berpenampilan paling sempurna, Akibatnya timbul rasa tidak percaya diri dan selalu membandingkan segala aspek pada dirinya dengan kehidupan orang lain.

Namun pengaruh media sosial tidak selalu negatif, platform digital dapat membuka peluang melalui bisnis online atau menjadi content creator. Banyak siswa yang menggunakannya sebagai alat untuk belajar dan membangun relasi dengan orang lain dari berbagai daerah. Hal inilah menjadi bukti bahwa penggunaan media sosial menjadi sarana positif untuk memperluas wawasan.

Cara yang paling utama dalam menghadapi pengaruh media sosial adalah pengendalian diri dan sadar dalam penggunaannya. Pengguna harus mampu memilih informasi yang kebenarannya sudah terbukti serta tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas, berpikir kritis sebelum ikut serta agar tidak merugikan diri sendiri dan irnag lain, mengikuti tren secara selektif dan membatasi pengguna media sosial agar tidak menganggu kehidupan secara nyata. Pastinya kita membutuhkan peran dari pemerintah untuk memberikan edukasi terkait literasi digital agar orang-orang bijak dalam menggunakan tekhnologi.

Pada akhirnya media sosial itu tergantung setiap orang menggunakannya seperti apa. Jika dimanfaatkan dengan benar media sosial menjadi sarana yang produktif dan sebaliknya jika disalahgunakan bisa menjadi tekanan dan musuh bagi kita.

Oleh karena itu sudah saatnya kita bijak dalam bermedia sosial, selalu menyeimbangkan dunia maya dan dunia nyata. Selalu gunakan media sosial untuk hal-hal positif, tetap berinteraksi langsung secara nyata dan tidak membandingkan diri dengan kehidupan orang lain.

Dengan cara itu media sosial bukan lagi ancaman melainkan teman kita untuk tumbuh, belajar dan memberikan inspirasi ke banyak orang.

(*)