Ungkap Tabir Kebenaran Penyebab Meninggalnya Alamrhum ZH, Aparat Penegak Hukum Lakukan Ekshumasi dan Otopsi

BANGKA SELATAN, DIKSINEWS.COM – Tim Forensik Biddokkes Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan didampingi anggota jajaran Polres Bangka Selatan (Basel) melakukan Ekshumasi dan Autopsi jenazah adinda ZH (10) korban dugaan Bullying, Rabu (30/07).

Ekshumasi dan Autopsi dilakukan, demi untuk mengungkap tabir kebenaran dalam pristiwa dugaan kasus bullying yang dialami Almarhum adinda ZH yang menyebabkan meninggal dunia.

Proses ini dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jl. Mayor Munzir, Kelurahan Teladan, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) selama dua jam. Proses otopsi ini dilakukan pengawalan ketat oleh anggota jajaran Polres Basel demi menjaga keamanan saat proses otopsi dilakukan.

“Proses ekshumasi dan autopsi dimulai sejak pada pukul 10:30 WIB dan selesai pada pukul 13:00 WIB. Proses awal otopsi, kami pertama – tama melakukan pemeriksaan bagian luar lalu dilanjutkan bagian dalam,” jelas dr. Suroto.

Suroto juga mengatakan, saat proses pemeriksaan awal dilakukan di temukan, bahwa korban memang mengalami infeksi usus buntu dan peradangan di rongga perut.

“Kami pun telah mengumpulkan semua temuan dan pengambilan sample untuk dilakukan pemeriksaan yang nanti akan kita bawa ke RSUP Babel. Pemeriksaan ini dilakukan untuk meyamakan data medis sebelumnya dengan otopsi pada hari ini,” tuturnya.

“Hasil akhir dari otopsi nanti akan dituangkan dalam visum et repertum dan akan menunggu dalam waktu selama dua minggu. Dari hasil visum inilah yang nanti akan menjadi salah satu dasar penting dalam proses penyelidikan dugaan tindak pidana,” katanya.

“Nanti, setelah hasil visum sudah keluar dan semua data sudah terverifikasi, semua hasil visum resmi akan kami serahkan kepad penyidik untuk melakukan proses selanjutnya,” pungkas dr. Suroto

Sementara itu, Dhoni Dinata paman adinda ZH yang juga turut hadir dalam proses otopsi menyampaikan harapannya agar hasil otopsi nanti bisa mengungkap semua peristiwa yang telah terjadi ini dan bisa menjadi titik awal penegakan keadilan untuk anak kakaknya.

“Kami dari pihak keluarga memang sudah mengikhlaskan atas meninggalnya adinda ZH. Tetapi kami pun ingin kejelasan penyebab meninggalnya ZH yang telah diduga mengalami kekerasan atan perundungan yang terjadi di sekolah,” imbunya.

Bahkan, pihak kapolres Bangka Selatan juga menyatakan akan terus mengembangkan penyidikan berdasarkan otopsi dan keterangan keterangan dari pihak keluarga korban, para saksi bahkan pihak sekolah.

Sementara, saat ini masyarakat publik sangat menaruh harapan besar pada pihak penegak hukum untuk mengungkap semua pristiwa yang terjadi ini dan menegakkan keadilan dalam kasus yang menyangkut keselamatan nyawa dan masa depan anak anak.

Proses otopsi ini dipimpin langsung oleh dr. Suroto, dokter forensik dari Polda Babel yang didampingi oleh dr. Yogi dari tim DVI, serta turut hadir pejabat KBO Reskrim, Kanit PPA, dan Kasi Humas Polres Bangka Selatan, beserta.

(Dolly)