PANGKALPINANG, DIKSINEWS.COM — Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar silaturahmi bersama bakal calon Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, yang akrab disapa Prof. Udin. Pertemuan berlangsung di salah satu kafe di Kota Pangkalpinang, Kamis sore (10/7/2025), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam membangun kota sekaligus membina generasi muda secara moral dan spiritual.
Ketua DMI Bangka Belitung, Ustaz H.M. Rasyid Ridho, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sosial generasi muda di Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang.
“Alhamdulillah, saat ini kita memiliki komitmen kuat untuk menjaga generasi muda, khususnya remaja di Kota Pangkalpinang dan secara umum di Bangka Belitung. Berdasarkan hasil koordinasi antara DPD RI melalui Pak Ustaz Zuhri dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), diketahui bahwa saat ini terdapat sekitar 1.000 pasien yang datang ke dokter dengan diagnosa HIV. Ini tentu sangat mengkhawatirkan.
Selain itu, sepanjang tahun 2024 hingga saat ini, kasus pelecehan seksual, pornografi, dan perilaku seks bebas juga menunjukkan tren yang sangat memprihatinkan di Kota Pangkalpinang. Oleh karena itu, kami berencana untuk turun langsung ke masjid-masjid guna mensosialisasikan isu-isu ini serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga anak-anak mereka melalui pendekatan dakwah dan nilai-nilai keagamaan,” ungkap Ustaz Rasyid Ridho.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Udin menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah DMI Babel, serta menekankan pentingnya mendengar langsung masukan dari para tokoh agama dalam proses membangun Kota Pangkalpinang.
“Bersilaturahmi sekaligus mendengar arahan dan masukan dari kawan-kawan serta para ustaz di DMI ini sangat penting sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk membangun Kota Pangkalpinang ke depan,” ujar Prof. Udin.
Silaturahmi ini menjadi ruang terbuka antara tokoh agama dan calon pemimpin untuk menyatukan visi dalam menciptakan kota yang tidak hanya maju dari sisi infrastruktur, tetapi juga kokoh secara moral dan sosial. Keduanya sepakat bahwa masjid harus menjadi pusat pembinaan akhlak dan benteng moral masyarakat.

