* Oleh: Verga Septian
Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Bangka Belitung
DIKSINEWS.COM — Terumbu karang adalah ekosistem laut yang terbentuk dari koloni polip karang yang disatukan oleh kalsium karbonat.
Terumbu karang juga merupakan ekosistem laut yang sangat kaya dan beragam selain itu juga terumbu karang memiliki visual yang indah dan menawan dan beranekaragam, namun ekosistem terumbu karang pada saat ini sudah mengalami kerusakan karena aktivitas manusia dalam kegiatan penangkapan ikan.
Bagaimana bisa aktivitas penangkapan ikan bisa merusak terumbu karang?
Beberapa aktivitas penangkapan ikan yang merusak terumbu karang antara lain:
• Menggunakan teknik pengeboban(dynamite fishing): pada teknik dynamite fishing ini para penangkap ikan meledakan peledak(bom) yang dimana ledakan yang di hasilkan bisa menghancurkan struktur fisik dari terumbu karang.
• Menggunakan teknik racun(cyanide fishing): pada teknik ini para penangkap ikan melakukan penangkapan dengan cara menyebarkan racun yang bernama pottasium cyanide, yang dimana racun ini bukan hanya berdampak kepada ikan tetapi juga terumbu karang akan rusak di karenakan racun ini merusak jaringan terumbu karang sehingga membuat terumbu karang mati.
• Menggunakan penangkapan ikan dengan alat pukat harimau(trawl): Pada teknik ini para penangkap ikan menurunkan pukat sampai pada dasar perairan dan menarik pukat tersebut dengan kapal sehingga ekosistem bawah laut seperti terumbu karang juga terkena pukat yang di tarik dan otomatis terumbu karang akan terbawa pukat sehinga terumbu karang pada area zona pukat itu mati.
Pengaruh kerusakan terumbu karang terhadap keberlangsungan ekosistem laut.
Kerusakan terumbu karang akibat aktivitas penangkapan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan ekosistem laut yang dimana terumbu karang ini adalah habitat dan sumber makanan bagi biota laut seperti ikan dan invertebrata laut.
Berikut dampak yang akan dialami ekosistem laut saat terumbu rusak:
• Hilangnya habitat : saat terumbu karang rusak otomatis habibat para biota laut untuk berlindung seperti ikan, moluska, dan invertebrata akan hilang.
• Penurunan kualitas air: ketika terumbu karang rusak terumbu karang tidak mampu lagi untuk menyaring polusi polusi air sehingga pencemaran air semakin meningkat.
• Memperburuk keadaan ekonomi masyarakat di sekitar pesisir: pada saat terumbu karang mengalami kerusakan otomatis ekosistem laut sudah rusak sehingga biota biota laut seperti ikan, moluska, dan invertebrata yang menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar pesisir itu berkurang dikarenakan biota biota laut tersebut tidak lagi memiliki tempat berlindung dan kurangnya ketersediaan makanan dikarenakan terumbu karang sudah rusak.
Upaya untuk melestrikan terumbu karang.
Untuk mencegah potensi kerusakan terumbu yang lebih parah maka ada beberapa upaya yang harus dilakukan yaitu:
• Menjaga daerah pesisir dari sampah: sampah yang berada di daerah pesisir otomatis akan terbawa ombak sehingga sampah sampah tersebut menutupi permukaan sehingga menghalang cahaya matahari sampai ke terumbu karang yang dimana pada saat sampah menutupi permukaan terumbu karang, terumbu karang tidak bisa melakukan fotosintesis.
• Melakukan aktivitas penangkapan tanpa harus merusak terumbu karang: beberapa nelayan yang tidak bertanggung jawab tidak jarang menggunakan teknik teknik penangkapan yang tidak ramah lingkungan contohnya pengeboman yang dimana teknik ini akan merusak struktur fisik dari terumbu karang, maka dari itu penggunaan alat alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan(ilegal) dilarang digunakan dan sudah terdapat pada Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009.
• Melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian terumbu karang: masyarakat pesisir sebagai penerima manfaat dari terumbu karang juga harus terlibat dalam upaya pelestarian terumbu karang ini dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, menjaga terjadinya erosi, serta mengedukasi anak anak mereka dari usia dini bahwa mengapa kita harus menjaga ekologi perairan terutama ekologi terumbu karang, sehingga anak anak akan memiliki rasa kepemilikan untuk menjaga kelestarian terumbu karang.
• Kerjasama lintas sektor: untuk melestarikan terumbu karang secara efesien maka kerjasama antar masyarakat, pemerintah, pelaku wisata, nelayan sangat di perlukan.
*Kesimpulan.
Kerusakan terumbu karang bukan hanya berdampak pada keberlangsungan ekosistem laut tetapi juga mengancam perekonomian masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut, untuk mengatasi masalah akibat rusaknya terumbu karang maka dilakukan beberapa upaya seperti menjaga daerah pesisir dari sampah, melakukan aktivitas penangkapan tanpa harus merusak terumbu karang, melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian terumbu karang, serta kerjasama lintas sektor.
(*)

