BASEL, DIKSINEWS.COM – Dugaan penyelundupan biji timah kembali terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kali ini mafia timah melancarkan aksi secara terang-terangan lewat jalur laut. Belasan ton biji timah diduga diselundupkan melalui jalur pelabuhan resmi milik pemerintah.
Pada Selasa, 11 Juni 2024, awak media mendapat informasi ada sebuah truk diduga mengangkut belasan ton timah ilegal diselundupkan dari Pelabuhan Tanjung Ru (Belitung) menuju Pelabuhan Sadai (Bangka Selatan).
Dengan menggunakan Truk bernomorkan Polisi BN 8231 WP menumpang kapal Roro KMP Menumbing Raya dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Sadai 12 Juni 2024 sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.
Sekira pukul 01.30 WIB, sejumlah awak media mendatangi Pelabuhan Sadai guna mengecek kebenaran informasi tersebut.
Sesamapai di Pelabuhan Sadai, Ternyata puluhan aparat berseragam sipil dari Kepolisian Polres Bangka Selatan telah berada di Pelabuhan Sadai bersama tiga orang perwira Kasat Reserse Kriminal, Iptu Raja Taufik Ikrar Buntani, Kasat Polairud, Iptu Renaldi, dan Kasat Intelkam, AKP Risky Yanuar Ernanda.
Sekitar pukul 02.06 WIB, KMP Menumbing Raya tiba di Pelabuhan Sadai. Puluhan aparat langsung bergegas menuju kapal menunggu truk keluar kapal yang diduga membawa biji timah ilegal tersebut.
Sekitar pukul 02.16 WIB, truk merah BN 8231 WP ditutupi kain terpal berwarna oranye terlihat keluar dari kapal dan aparat langsung bergegas mengerubuni truk tersebut meminta untuk berhenti.
Namun, terlihat seorang pria berseragam sipil yang diduga aparat mengarahkan agar truk tersebut keluar dermaga menuju parkiran pelabuhan.
Saat Truk tiba di parkiran pelabuhan, awak media yang semula mengira truk tersebut akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas terutama memeriksa isi muatan. Ternyata hal itu tidak dilakukan sama sekali pemeriksaan baik oleh petugas kepolisian maupun petugas pelabuhan kesyahbandaran yang justru tampak tidak terlihat dilokasi.
Pantauan media justru terlihat dua orang pria berseragam sipil mengenakan celana pendek bergegas masuk truk duduk disamping sang sopir. Lalu truk tersebut pun langsung tancap gas meninggalkan pelabuhan.
Kuat dugaan pemeriksaan tidak dilakukan oleh petugas untuk menghindar kamera awak media yang sudah menunggu dilokasi. Disamping itu, kehadiran puluhan petugas terkesan hanya melakukan pengawalan terhadap truk yang diduga berisi belasan ton timah ilegal tersebut.
Awak media pun membuntuti kemana truk dibawa oleh aparat. Tampak tak kurang 7 sampai 10 mobil jenis mini bus diduga mobil aparat mengiringi dibelakang truk tersebut.
Awak media terus menguntit iring-iringan karena kembali mengira kalau truk itu akan diamankan oleh aparat ke markas Kepolisian Polres Bangka Selatan.
Ternyata setiba di depan Mapolres Bangka Selatan pukul 03.30 WIB, truk itu terus tancap gas menuju arah Koba Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang. Iring-iringan mobil mini bus pun tampak hanya menyisakan 3 sampai 5 kendaraan saja.
(*)

