Proyek Gedung Perpustakaan di Basel Senilai 10 Milliar Banyak Temuan Kekurangan Volume oleh BPK

BANGKA SELATAN, DIKSIMEWS.COM — Proyek Pembangunan gedung megah Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2023 senilai Rp 10 Miliar yang baru saja selesai dan di resmikan Bupati Bangka Selatan pada 22 November 2023 lalu dikabarkan tidak sesuai dengan nilai kontrak awal dan menjadi sorotan publik.

Pengerjaan pembangunan gedung perpustakan daerah Bangka Selatan itu didapati ada penambahan anggaran di luar kontrak yang telah ditetapkan.

Bahkan, pengerjaan fisik yang menelan anggaran negara yang tidak sedikit itu didapati kekurangan volume pekerjaan hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Diketahui bahwa nilai kontrak pekerjaan tidak sesuai dengan nilai yang ditawarkan perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang yang mana nilai kontrak mengalami kenaikan sebesar Rp.250 juta.

Semulanya nilai kontrak pembangunan gedung perpustakaan yang dikerjakan oleh PT. Maharani Citra Persada Indonesia itu senilai Rp.9,75 Miliar, kemudian ditengah perjalanan nilai kontrak mengalami penambahan anggaran menjadi sebesar Rp. 10 Miliar.

Penambahan anggaran digunakan untuk tambahan kegiatan beberapa item pekerjaan akan tetapi tidak dilakukan lelang secara terpisah, namun dilakukan penunjukan langsung kepada perusahaan yang memenangkan lelang, yakni PT. Maharani Citra Persada Indonesia .

Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus sebagai Pengguna Anggaran, Sumadi saat di konfirmasi membenarkan bahwa adanya perubahan nilai anggaran pada kontrak kegiatan tersebut.

Ia mengatakan penambahan anggaran tersebut dipakai untuk pekerjaan pagar dan landscape. Ia juga mengklaim bahwa dengan adanya penambahan kegiatan sebagai bentuk optimalisasi anggaran.

“Untuk optimalisasi anggaran maka sisa penawaran maksimal 10% dari pagu di adendum kan di kontrak untuk penambahan volume kegiatan pagar dan landscape,” kata Sumadi, 12 Februari 2024.

Lanjut Sumadi kegiatan tambahan pagar dan landscape Perpusatakan Daerah yang melebihi Rp.200Juta itu tidak perlu lelang cukup dengan penunjukan langsung asalkan masih dalam satu paket kegiatan dan satu mata anggaran.

“Tidak dilakukan lelang secara terpisah dikarenakan masih satu kesatuan dan satu mata anggaran, bahkan pada saa itu, kita sudah koordinasi ke Perpusnas pada saat Rakor di Padang untuk penambahan volume kegiatan tersebut,” ungkap Sumadi.

Sementara pengerjaan fisik didapati banyak temuan kekurangan volume lebih dari Rp.200 Juta oleh BPK, Sumadi mengatakan akan disampaikan ke pihak penyedia.

“Nanti kita akan menunggu LHP dari inspektorat Kemudian kita sampaikan ke penyedia agar ditindak lanjuti,” imbuhnya.

(Dolly)