PANGKALPINANG, DIKSINEWS.COM — Sekolah Dasar Negeri 3 Puding Besar , Kabupaten Bangka , ajak 31 siswa kelas 5 study tour untuk mengedukasi , memperluas wawasan serta membentuk karakter yang religius bagi para anak-anak.
Adapun tujuan study tour tersebut yakni Mako Brimob Polda Babel , Pasir PadI Bhay , serta Masjid Agung Kubah Timah, sejak Rabu (22/11/2023) pagi.
Menurut Kepala Sekolah SDN 3 Puding Besar , Yani Rosidah , Mako Brimob dipilih karena ingin merubah mindset anak anak di daerah mereka yang rata-rata takut pada Polisi.
“Mako brimob dipilih karena bagian dari Polri yang mindsite dari anak-anak takut pada polisi , dengan kami membawa kesitu diharapkan dapat mengupas setidaknya mengikis ketakutan anak tentang polisi , karena anak anak ditempat kami kalau melihat polisi langsung lari ketakutan” ucap yani.
Ditambahkannya , pihak mereka juga berterima kasih atas edukasi yang telah diberikan oleh anggota Korps Brimob Polda Babel kepada para siswa.
“Kami juga mendapat banyak edukasi dari pihak brimob untuk siswa kami , apalagi penjelasan yang dilakukan tim gegana langsung dipraktekkan dilapangan , seperti mengamankan teroris” tambahnya
Tujuan kedua yakni destinasi wisata Pasir Padi Bhay Park , disini para siswa diajarkan berenang serta sebagai ajang penjaringan untuk O2SN pada 2024 mendatang.
“Walaupun anak anak mungkin bisa berenang di aliran sungai , tapi kalau di kolam renang belum tentu mereka bisa karena pengaruh dari tekanan air yang berbeda. Selain itu alasan kami membawa anak berenang yakni untuk penjaringan O2SN tingkat sekolah.” Ungkap Kepsek SDN 3 Puding Besar.
Untuk membentuk karakter religius para siswa , pihak sekolah juga membawa para murid ke Masjid Agung Kubah Timah (MAKT) yang merupakan salah satu ikon wisata religi baru yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Di dalam Masjid , murid mengdengarkan edukasi dan sejarah dari terbentuknya bangunan megah Masjid Kubah Timah yang disampaikan oleh ustadz Palgunadi
“Anak juga mendapatkan edukasi tentang sejarah dari masjid kubah timah , mulai dari sejarah lahan sebelum masjid berdiri hingga sang arsitek dibalik megahnya masjid ini”
“Mereka perlu tau sejarah tersebut agar mereka bangga dengan ikon “Negeri Serumpun Sebalai” ini , tidak hanya melihat dari media sosial namun melihat langsung bagaimana bentuk asli dari Masjid Agung Kubah Timah” pungkas Yani.

