Bangka, Diksinews.com – 95 hari lagi tepatnya tanggal 14 Februari 2014 nanti, Indonesia akan mengadakan pemilihan umum presiden. Hal itu disampaikan oleh Ir Rudianto Tjen di depan seluruh kader PDI-P Kabupaten Bangka dalam kegiatan Rapat Konsolidasi dan Pendidikan Politik di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat, Jumat (10/11/2023).
“Tanggal 14 Februari 2024 merupakan hari yang sangat penting, karena hari itu merupakan hari pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan anggota legislatif. Kita tahu bahwa dengan segala perjuangan bahwa dari PDI-P telah mencalonkan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024,” sebutnya.
Kemudian ia katakan dari pengalaman kedua orang pasangan Ganjar-Mahfud ini diharapkan dapat membawa Indonesia ke depan menjadi lebih makmur, sejahtera, kuat dan besar dari yang sekarang ini. Rudianto Tjen menegaskan jika PDI-P saat ini sedang mengalami rasa duka, karena salah satu kader terbaik meninggalkan partai yang telah membesarkannya.
“Atas kejadian tersebut, Ketua Umum PDI-P sangat berduka cita dan kecewa atas tindakan di luar nalar jika dinilai dari seorang yang beradab. PDI-P telah membawa keluarga Jokowi menjadi orang-orang hebat, tetapi di hari terakhir meninggalkan partai yang telah membesarkannya,” terangnya.

Sebagai kader partai yang militan, dirinya mengajak kepada seluruh kader yang hadir untuk mengampuni orang yang bersangkutan (Jokowi red.).
“Seharusnya orang yang sangat terhormat itu harus benar-benar bisa mentaati hukum. Akan tetapi saat ini kita disajikan oleh drama yang mengobrak-abrik hukum dimana keputusan MK banyak dikomplain banyak ahli hukum. Kita serahkan saja kepada seluruh rakyat Indonesia, saya yakin rakyat Indonesia khususnya yang di Bangka Belitung akan dengan hati nurani, kesadaran dan keyakinannya pasti tidak akan bisa menerima keputusan yang curang seperti ini,” paparnya.
Untuk saat ini, menurut Rudianto Tjen urusan hukum di Indonesia ini sudah jatuh di titik nadir. Menurut pendapatnya, tidak seharunya ketika memegang kekuasan bisa merubah konstitusi dengan semau-maunya, biarkan masyarakat menentukan di tanggal 14 Februari nanti.
“Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa pasangan Ganjar-Mahfud adalah pasangan yang ideal untuk memimpin bangsa ini ke depan. Yang nanti bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar serta membawa masyarakat ke kehidupan yang makmur dan sejahtera,” tandasnya.
“Ketua Umum telah meminta kepada seluruh kader militan untuk menahan amarah atas kejadian tersebut, dan justru meminta turun kebawah untuk mensosialisasikan kondisi bangsa dan negara ini. Sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud Pilpres 2024,” dia menambahkan.
Sementara itu Ketua DPC PDI-P Bangka, Syahbudin S.Ip, M.Tr.Ip menyebutkan pihaknya akan bekerja sesuai dengan perintah DPP dan DPD. Pada intinya, ia tegaskan bahwa target harus bisa dicapai.
“Kita siap untuk menenangkan Pilpres dan Pileg 2024 nanti. Untuk seluruh yang hari melakukan konsolidasi, dalam kegiatan ini tentunya telah diberikan sebuah motivasi, kebersamaan dan kekompakan, apapun yang disampaikan oleh Pak Rudianto Tjen terkait turbulensi politik yang terjadi saat ini, kita tetap berkeyakinan dan menjaga Bangka Belitung khususnya di Kabupaten Bangka ini untuk memenangkan target yang telah direncanakan,” imbuhnya.
“PDI-P tidak besar karena personality seseorang, akan tetapi PDI-P besar karena kekompakan dan satu tarikan nafas dengan masyarakat,” tutupnya.

