Bangka, DiksiNews.com – Dalam rangka menjalankan ajaran Nabi Muhammad, Ketua DPD Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada) Provinsi Babel Johan Murod didampingi oleh Ketua Astrada Kabupaten Bangka, Ratno Mapiwali menyerahkan santunan berupa sepeda kepada 4 anak yatim piatu, Senin (26/9/2022).
Setelah dirinya melakukan pertemuan dengan Pj Gubernur Babel, Danlanal Babel, Bakamla yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Babel yang mana dalam kegiatan tersebut menghasilkan sebuah rumusan bahwa dalam usaha pertambangan dan lain sebagainya jika hasilnya ada bagian milik orang lain. Maka dari itu, selesai menghadiri pertemuan tersebut dirinya merasa terpanggil dan langsung memberikan bantuan sepeda kepada sejumlah anak yatim piatu yang tinggal di Kampung Nelayan, Sungailiat.
Dirinya yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Babel menyebutkan dengan kondisi pasca kenaikan harga BBM, sepeda sangat sangat tepat sebagai sarana transportasi anak untuk berbagai kegiatan. Selain itu, menggunakan sepeda juga dapat kering beban keluarga karena kebutuhan bensin untuk mengantar sekolah Dapat berkurang lebih banyak.
“Untuk pengurus HNSI dan Astrada Kabupaten Bangka harus bersyukur karena bisa bersedekah kepada anak yatim piatu. Kami akan berusaha untuk tetap bisa melakukan hal ini secara berkelanjutan, dan doakan saja semoga usaha yang kita jalani dapat berjalan lancar,” tegasnya.
Lebih lanjut ia pun menceritakan apabila dirinya ketika masa kecilnya juga mengalami kendala saat ingin pergi ke sekolah. Pasalnya tanpa adanya sarana tidak akan sampai ke tujuan yang lebih efektif.
“Dengan menggunakan sepeda dapat lebih cepat mencapai tujuan sehingga tidak terlambat masuk sekolah, selain itu mereka juga bisa sambil berolahraga. Harta terbaik adalah yang diberikan kepada anak yatim,” kata Panglima Datuk Johan Murod.
Sementara itu Aprian warga Nelayan II salah satu anak yang menerima bantuan mengaku sangat senang ketika menerima bantuan sepeda tersebut.
“Sepeda ini ingin saya pakai untuk sekolah, jadi tidak perlu diantar jemput lagi,” ujarnya.

