Merasa Disudutkan Berita Hoaks, Sopir Truk Belitung-Pangkalbalam Mengeluh Gerah

PANGKALPINANG, DIKSINEW.COM – Para sopir truk rute Belitung – Pangkalbalam (Pangkalpinang) mengaku resah karena sering dikaitkan dengan pengiriman pasir timah ilegal lewat pemberitaan yang tidak akurat.

Keluhan itu disampaikan para sopir saat menjalani pemeriksaan rutin muatan oleh Satlap Tri Cakti di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Kamis (15/10/2026).

“Kami paham tugas Satgas Tri Cakti periksa muatan, tapi kadang habis diperiksa langsung muncul berita seolah-olah kami ini sudah bersalah,” ujar salah satu sopir yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, jika pun ada oknum sopir yang tertangkap membawa pasir timah ilegal, hal itu tidak bisa digeneralisir kepada semua sopir.

“Itu tanggung jawab oknumnya. Jangan semua sopir Belitung-Pangkalbalam ikut disalahkan. Kami gerah karena beritanya terkesan menyudutkan dan bahkan hoaks,” katanya.

Sopir lainnya meminta media lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum menayangkan berita.

“Jangan asal tulis, kadang kami tidak pernah diwawancarai tapi berita sudah tayang dan menyudutkan kami. Saya sudah 11 tahun bolak-balik Tanjung – Pangkalbalam, tidak pernah macam-macam. Kami cuma cari makan,” tuturnya.

*Satlap Tri Cakti: Pemeriksaan Sesuai SOP*

Sementara itu, salah satu anggota Satlap Tri Cakti sebelum melakukan pemeriksaan sempat memberikan penjelasan kepada para sopir.

“Bapak-bapak tidak perlu takut, kami menjalankan tugas sesuai aturan dan SOP yang ada,” ujarnya.

“Kami mohon maaf mengganggu waktu sebentar untuk pemeriksaan ini, setelah selesai silakan lanjutkan perjalanan,” sambungnya.

*Wartawan Ingatkan Pentingnya Verifikasi*

Menanggapi keluhan sopir, wartawan Robiyansah atau yang akrab disapa Oby yang ikut meliput pemeriksaan tersebut menegaskan, pemberitaan harus berlandaskan fakta dan objektif.

“Tidak semua berita hoaks, tapi memang bisa saja karena tidak teliti atau terburu-buru sehingga berita yang belum layak tayang sudah ditayangkan,” kata Oby.

Ia mengingatkan, wartawan dalam menulis berita harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Berita yang berpotensi merugikan pihak lain harus terlebih dahulu dikonfirmasi dan diverifikasi agar akurat. Keterkaitan pemberitaan, jika Bapak-bapak sopir merasa keberatan dan ada yang perlu dikoreksi, bisa langsung hubungi media tersebut ataupun ke Dewan Pers,” pungkasnya.

(Tim)