BANGKA SELATAN, DIKSINEW.COM — Di tengah pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama kepala desa se-Bangka Selatan pada Senin (15/6/2026), Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, blak-blakan mengupas tantangan berat yang dihadapi pemerintahan desa saat ini, mulai dari efisiensi anggaran yang drastis hingga konflik lahan investasi.
Riza mengungkapkan bahwa saat ini desa-desa di Bangka Selatan terkena dampak efisiensi anggaran yang sangat luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) ada yang mencapai Rp700 juta hingga Rp900 juta per desa.
Menyikapi hal tersebut, Riza meminta seluruh kepala desa tidak patah arang dan fokus mengoptimalkan Pendapatan Asli Desa (PADes), salah satunya lewat program kebun desa dan investasi.
”Walaupun terkena efisiensi yang sangat luar biasa, pemerintah daerah sudah berusaha maksimal agar ada penggantinya. Makanya kita punya kebun desa sejak awal. Saya harap di tengah keterbatasan ini tidak membatasi semangat kawan-kawan kepala desa dalam membangun desa, menarik investasi, dan meningkatkan PADes-nya,” tegas Riza kepada wartawan.
Selain badai anggaran, rakor tersebut juga menyoroti persoalan sensitif terkait seringnya terjadi konflik masalah lahan terhadap investasi yang masuk ke desa. Terkait hal ini, Riza mengingatkan bahwa esensi dari hadirnya investasi adalah untuk memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat yang terdampak.
Guna meredam gejolak tersebut, Bupati menegaskan telah memerintahkan dinas terkait untuk bergerak cepat turun ke lapangan mencari akar masalah dan jalan keluarnya.
”Ada beberapa masalah, dan sudah saya perintahkan dinas terkait untuk segera cari jalan keluarnya, bersosialisasi, dan berkoordinasi lagi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada solusinya. Beberapa (konflik) sebetulnya sudah bersolusi, tetapi ada juga yang masih dalam tahapan penyelesaian,” pungkasnya.
Rakor ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Bangka Selatan, Imam Mubaraq; Kepala Dinas Inspektorat Bangka Selatan, H. Ari Dinata; serta Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bangka Selatan, Muklis Insan.
Kehadiran seluruh kepala desa dari berbagai wilayah menegaskan komitmen bersama demi kemajuan daerah.
(*)

