Akselerasi Tanpa Batas, Pemkab Bangka Selatan Hadirkan 48 Inovasi Daerah

BANGKA SELATAN, DIKSINEW.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus tancap gas dalam merombak wajah tata kelola pemerintahan. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 48 inovasi daerah resmi dihadirkan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT). Langkah masif ini diambil demi mendongkrak kualitas pelayanan publik, memangkas birokrasi yang berbelit, serta mempercepat kesejahteraan masyarakat.

​Akselerasi budaya inovasi ini bukan tanpa dasar. Selain menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemkab Bangka Selatan juga diperkuat oleh Instruksi Bupati Nomor 067/1/VI/2021 melalui gerakan roda penggerak One Agency One Innovation—sebuah komitmen yang mewajibkan setiap instansi melahirkan minimal satu inovasi saban tahun.

​Sebagai motor penggerak utama, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) meluncurkan “Gerai Inovasi”. Wadah digital ini berfungsi sebagai pusat inkubasi, pembinaan, dan pendampingan ide-ide kreatif dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Bangka Selatan agar tidak sekadar menjadi wacana, melainkan solusi nyata di lapangan.

​Bukan Sekadar Ide, Tapi Dampak Nyata
​Kepala Bapperida Kabupaten Bangka Selatan, Ari Sutanto menegaskan bahwa di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, inovasi daerah bukan lagi sebuah pilihan atau pajangan prestasi, melainkan sebuah kebutuhan mutlak.

​”Inovasi daerah merupakan kebutuhan yang harus terus dikembangkan oleh setiap perangkat daerah. Melalui inovasi daerah, kita dapat menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, lebih efisien, dan lebih tepat sasaran bagi masyarakat,” ujar Ari Sutanto saat diwawancarai pada Jumat (19/6/2026).

​Ari menambahkan, tolok ukur keberhasilan transformasi ini tidak dilihat dari seberapa keren atau barunya sebuah ide, melainkan dari keberlanjutan dampak yang langsung dirasakan oleh warga.

​”Yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan Kabupaten Bangka Selatan,” tegasnya.

​

Daftar Lengkap 48 Inovasi Daerah Kabupaten Bangka Selatan (2024 – 2026)

​Ke-48 inovasi yang tersebar di berbagai sektor ini membuktikan bahwa transformasi di Bangka Selatan menyentuh akar rumput, mulai dari urusan wajib pelayanan dasar hingga penunjang pemerintahan:
​1. Sekretariat DPRD Kabupaten Bangka Selatan
​SINANAS (Sistem Informasi Perjalanan Dinas): Sistem digital yang mempermudah pengelolaan administrasi perjalanan dinas sehingga lebih cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.

​2. Inspektorat Kabupaten Bangka Selatan
​WADUMAS (Wadah Aduan Masyarakat): Wadah pengaduan masyarakat digital yang transparan, memudahkan penyampaian laporan, dan meningkatkan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan.

​3. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
​Efektivitas Penggunaan Aplikasi Transparansi Paskibraka: Aplikasi yang menjamin proses seleksi calon Paskibraka berlangsung terbuka, objektif, dan akuntabel.

​4. Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
​Gerai Inovasi: Pusat pembinaan dan pengembangan inovasi daerah yang mendorong lahirnya budaya inovasi di seluruh perangkat daerah.

​BASEL MERENCANA (“Membangun Lewat Rencana”): Inovasi yang memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

​Peningkatan Kualitas Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Perencanaan Pembangunan Daerah: Mempermudah akses data dan dokumen perencanaan pembangunan secara terintegrasi dan sistematis.

​SIPRIMA (Sistem Penilaian Inovasi Respons dan Indeks Kepuasan Masyarakat): Sistem penilaian inovasi dan survei kepuasan masyarakat untuk mengukur kualitas layanan publik secara objektif.

​5. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD)
​SI-PETA (Sistem Informasi Pengelolaan Data Kepegawaian): Sistem informasi kepegawaian yang mendukung pengelolaan data ASN secara cepat dan akurat.

LEnTerA (Layanan Elektronik Terpadu ASN): Pelayanan penerbitan rekomendasi berbasis online yang mempersingkat waktu pelayanan administrasi kepegawaian.

​6. Badan Keuangan Daerah
​Peningkatan Layanan Rekonsiliasi Penerimaan Pajak Dan Retribusi Berbasis Online: Mempermudah proses rekonsiliasi penerimaan daerah secara digital, efektif, dan transparan.

​7. Dinas Komunikasi dan Informatika
​RUSIP (Rujukan Utama Sistem Informasi dan Pelayanan Data): Menjadi pusat rujukan utama sistem informasi dan data pelayanan publik di Kabupaten Bangka Selatan.

​8. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
​SPMB Online (Sistem Penerimaan Murid Baru): Sistem penerimaan murid baru berbasis online yang memberikan kemudahan dan transparansi dalam proses pendaftaran sekolah.

​9. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
​Cuko Basel (Curhat Kesehatan Online Bangka Selatan): Layanan konsultasi kesehatan secara online yang mendekatkan akses informasi kesehatan kepada masyarakat.

​Bisa Sehat (Bincang Sehat Kesehatan): Program edukasi kesehatan yang meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat.

​10. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
​Makekes Jalutang (Masyarakat Keluh Kesah, Jalan Keluar Segera Datang): Sarana pengaduan dan penyelesaian masalah sosial masyarakat secara cepat dan responsif.

​11. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
​PETARUNG (Pelayanan Tata Ruang): Pelayanan tata ruang yang mempermudah masyarakat memperoleh informasi dan layanan terkait pemanfaatan ruang.

​Lasenja (Layanan Sedot Tinja): Layanan sedot tinja yang meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat.

​12. Dinas Perhubungan
​LENTERA BASEL: Inovasi pelayanan transportasi dan keselamatan lalu lintas yang lebih informatif dan mudah diakses.

​13. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
​Media Tanam Ecoshore Planter: Pemanfaatan sampah organik pantai menjadi media tanam produktif yang ramah lingkungan.

​KERAMIK (Keramba Ramah Lingkungan dan Ekonomis di Lahan Bekas Tambang Timah): Pengalihan lahan bekas tambang timah menjadi keramba ikan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis tinggi.

​T-BENFER (Talas Beneng Fertilizer): Produksi pupuk berbahan talas beneng yang mendukung pertanian berkelanjutan.

​14. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
​PALING KEREN (Pelayanan Keliling Kelompok Rentan): Pelayanan perizinan keliling yang menjangkau kelompok rentan dan masyarakat di wilayah terpencil.

​15. Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga
​TEMANI KITA (Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Internal): Peningkatan akuntabilitas kinerja melalui sistem monitoring internal yang terintegrasi.

​16. Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
​KLINIK PERKIM KITE: Layanan konsultasi urusan perumahan dan kawasan permukiman bagi masyarakat.

​17. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
​SI TAYO (Sini Ke Perpustakaan Yo): Program yang mengajak masyarakat lebih dekat dengan perpustakaan dan budaya literasi.

​Smart Library: Transformasi layanan perpustakaan berbasis digital yang lebih modern dan mudah diakses.

​SILAKSAN (Sistem Layanan Kerjasama Pinjam Koleksi Antar Perpustakaan): Sistem kerja sama peminjaman koleksi antarperpustakaan untuk memperluas akses informasi.

​18. Dinas Lingkungan Hidup
​DLH MASUK DESA: Program edukasi dan pendampingan lingkungan hidup langsung kepada masyarakat desa.

​19. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa
​CMS SISKEUDES (Cash Management System Keuangan Desa): Integrasi pengelolaan keuangan desa melalui sistem perbankan yang menutup celah kebocoran anggaran agar lebih aman dan akuntabel.

​CERDIG PML (Cerapan Digital Pengawasan Metrologi Legal): Sistem digital pengawasan metrologi legal yang meningkatkan akurasi dan efektivitas pengawasan alat ukur.

​Digitalisasi Pengawasan Koperasi / Zoom Meeting RAT Koperasi: Pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan pengawasan dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi.

20. Satuan Polisi Pamong Praja
​SATPOL PP MASUK SEKOLAH (Goes to School): Edukasi ketertiban umum dan peraturan daerah kepada pelajar sejak dini.

​21. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangka Selatan
​DOSIS SAMBUNG (Dokter Spesialis Sambang Kampung): Membawa langsung dokter spesialis ke desa-desa terpencil dan pelosok agar masyarakat memperoleh akses kesehatan lebih dekat.

​GASPOL (Gerakan Ajak Stop Pakai Rokok Lagi): Gerakan edukasi untuk mendorong masyarakat berhenti merokok demi kesehatan yang lebih baik.

​BERAKSI (Bersama Pakai dalam Informasi dan Edukasi): Program penyebarluasan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara aktif.

​LANSIA BERSERI (Lansia Bersama Sehat Ceria): Pendampingan kesehatan lansia agar tetap sehat, aktif, dan produktif.

​22. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kriopanting
​E-KEPITING (Kriopanting Edukasi Para Ibu Cegah Stanting): Edukasi digital bagi ibu dalam pencegahan stunting sejak dini.

​23. Lini Kecamatan
​Kecamatan Toboali – RUKO PEDULI: Ruang konsultasi dan pengaduan masyarakat yang memperkuat pelayanan publik di tingkat kecamatan.

​Kecamatan Simpang Rimba – Simba: Sistem Informasi Berbasis Android untuk mendukung efisiensi pelayanan administrasi kecamatan.

​Kecamatan Payung – SONGKOK RESAM: Gerakan solidaritas donor darah secara gotong royong yang melibatkan masyarakat.

​Kecamatan Pulau Besar – PULBES SEHAT: Pusat layanan bersama yang mendukung peningkatan kesehatan masyarakat kecamatan.

​24. Lini Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Terdepan
​Puskesmas Toboali – BELACAN: Gerakan bersama memantau tumbuh kembang anak melalui kunjungan rutin dan pencatatan di posyandu setiap bulan.

​Puskesmas Airgegas – Gemar Likes (Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan): Gerakan pemberantasan sarang nyamuk, peduli stunting, dan pengawasan ibu hamil risiko tinggi.

​Puskesmas Airgegas – LAYAR GADARRANTING: Layanan jemput antar untuk penanganan kegawatdaruratan dan pencegahan stunting.

​Puskesmas Simpang Rimba – Gerbek Durian Kuning Simba: Gerakan kolaboratif lintas sektor untuk meningkatkan imunisasi lengkap dan penimbangan rutin guna menekan stunting.

​Puskesmas Tiram – SERULING (Selusur Keliling): Program pelayanan kesehatan keliling untuk menjangkau masyarakat secara langsung di lapangan.

​Public Safety Center (PSC) 119 – SET SET PSC 119: Layanan respons cepat sat set untuk kegawatdaruratan kesehatan masyarakat yang terintegrasi.

​UPT Metrologi Legal (Dinas Koperasi UKM Perindag) – DATALAB Metrologi Legal: Laboratorium data metrologi legal yang mendukung pengawasan alat ukur secara akurat dan berbasis data.

​Dengan diselenggarakannya pembinaan berkala serta Lomba Inovasi Daerah, Bupati Bangka Selatan melalui seluruh OPD berkomitmen untuk terus mengikis stigma birokrasi yang kaku dan lambat.

​Melalui 48 terobosan yang terintegrasi dari tahun 2024 hingga 2026 ini, Kabupaten Bangka Selatan mengirimkan pesan kuat: pelayanan publik masa kini harus lebih cepat, mudah, transparan, dan berujung pada satu muara, yaitu kesejahteraan masyarakat.

(*)