BANGKA SELATAN, DIKSINEW.COM — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Bangka Selatan terus berupaya mencegah dan mengendalikan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) di wilayahnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau Konseling dan Tes Sukarela HIV (KTS). Kegiatan ini dilaksanakan di tempat-tempat yang memiliki populasi berisiko rentan penularan HIV, seperti lokalisasi dan tempat hiburan malam yang ada di Toboali.
Kegiatan VCT dan sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Bangka Selatan, Slamet Wahidin. Turut hadir pula Kepala Puskesmas Toboali, Dr. Anisa beserta staf Puskesmas Toboali.
”Kegiatan ini minimal kita lakukan setahun sekali di tempat-tempat yang populasinya berisiko rentan penularan HIV,” ujar Slamet Wahidin kepada wartawan pada Senin (31/8/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 37 orang telah mengikuti tes pemeriksaan HIV dan IMS. Hasil tes tersebut masih dalam tahap konfirmasi.
”Mudah-mudahan tidak ada yang terdeteksi, harapannya seperti itu,” kata Slamet Wahidin.
Selain tes pemeriksaan, Dinkes PPKB Bangka Selatan juga melakukan sosialisasi tentang cara mencegah penularan HIV dan IMS.
”Jangan sampai kasus HIV di kita ini meningkat. Kita juga mengendalikan dan mencegah penularan HIV di lingkungan populasi yang berisiko,” jelas Slamet Wahidin.
Pemeriksaan HIV dan IMS dilakukan dengan menggunakan metode rapid test. Jika hasil tes menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk konfirmasi.
“Alhamdulillah ya, semua di sini bisa kooperatif diajak kerja sama, dan kita juga sudah melibatkan teman-teman di Polsek untuk bisa mengakomodir dan mengkoordinasi agar mereka bisa datang semua dan melakukan pemeriksaan,” pungkas Slamet Wahidin.
(*)

