BANGKA SELATAN, DIKSINEW.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan bergerak cepat menjaga ketahanan pangan daerah. Guna memastikan penyerapan pupuk bersubsidi berjalan optimal dan tepat sasaran, Dinas Pertanian menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Realokasi Pupuk Bersubsidi TA 2026 dan Regulasi Penyaluran di ruang rapat Kantor Dinas Pertanian Bangka Selatan, Rabu (22/7/2026).
Rakor ini dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan PT Pupuk Indonesia Wilayah Babel, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Bangka Selatan, serta jajaran distributor dan pengecer pupuk di wilayah Bangka Selatan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Selatan, Rispandika, menjelaskan bahwa langkah realokasi ini diambil sebagai strategi agar ketersediaan pupuk subsidi selaras dengan pola dan periode tanam para petani di lapangan, terutama untuk komoditas tanaman pangan seperti padi sawah dan hortikultura.
”
Kemarin kita membahas penyesuaian dan realokasi pupuk subsidi yang penyerapannya belum maksimal di beberapa wilayah. Pupuk dari daerah yang kelebihan alokasi dialihkan ke wilayah yang membutuhkan pupuk tambahan. Ini penting agar penyerapan pupuk tuntas dan mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan di Bangka Selatan,” ujar Rispandika saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (23/7/2026).
Rispandika menambahkan, proses realokasi pupuk subsidi ini dilakukan secara terinci (breakdown) mulai dari tingkat kecamatan hingga menyasar langsung ke desa-desa yang disesuaikan dengan peta wilayah tanaman pangan yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat petani tidak perlu khawatir akan kelangkaan, sebab kuota total kebutuhan pupuk subsidi untuk Kabupaten Bangka Selatan sejatinya tetap dan mencukupi. Penyesuaian yang dilakukan murni bersifat teknis geografis dan penjadwalan masa tanam.
”Secara akumulasi total, alokasi pupuk subsidi untuk Bangka Selatan dipastikan aman dan cukup. Yang kita lakukan hanyalah penyesuaian lokasi penyaluran agar tepat waktu, tepat tempat, dan sesuai dengan kondisi serta periode tanam di masing-masing wilayah,” tambahnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, penyedia pupuk, distributor, hingga pengecer di tingkat lini terbawah ini, diharapkan distribusi pupuk dapat berjalan semakin efektif, tepat sasaran, serta mampu menggenjot produktivitas hasil pertanian Bangka Selatan secara signifikan.
(*)

