BANGKA SELATAN, DIKSINEW.COM — Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram, Jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar kegiatan tradisi “Nganggung Berkah” di Kawasan Himpang Lime (Simpang Lima) Toboali pada Selasa (30/06/2026).
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Debby Vita Dewi, Sekda Bangka Selatan Hefi Nuranda, jajaran Forkopimda, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangka Selatan.
Bupati Riza Herdavid mengungkapkan rasa syukurnya karena di tengah situasi efisiensi anggaran, semangat gotong-royong antara pemerintah dan masyarakat justru semakin solid untuk mempertahankan tradisi leluhur.
”Alhamdulillah di tengah efisiensi, kami bersama Forkopimda, ASN, dan masyarakat mencoba bergotong-royong. Bagaimana kita tetap bisa merayakan Tahun Baru Hijriah ini secara bersama-sama, sekaligus mempertahankan budaya lokal Bangka Selatan seperti nganggung bareng dan doa dulang rame-rame,” ujar Riza Herdavid kepada awak media.
Menariknya, kegiatan Nganggung Berkah ini tidak hanya sekadar ritual budaya dan ajaran agama, melainkan juga membawa dampak ekonomi langsung bagi pedagang lokal. Bupati Riza menginstruksikan para ASN yang berpartisipasi untuk membeli hidangan pengisi dulang langsung dari warung-warung kuliner di sekitar Simpang Lima.
Menurut Riza, kawasan Simpang Lima Toboali merupakan ikon daerah yang harus terus dipromosikan agar menarik minat wisatawan maupun kunjungan kedinasan dari luar Bangka Selatan untuk berkunjung dan menginap.
”Targetnya adalah bagaimana perekonomian di Bangka Selatan harus tetap jalan, walau seperti apa pun keadaannya. Makanya para ASN saya perintahkan untuk membeli makanan dari warung-warung di sekitaran sini. Jadi isi dulangnya tadi adalah produk dari UMKM yang jualan di seputaran Simpang Lima,” jelasnya.
Mengutip tausiyah dari Kiai Zahirin, Bupati Riza Herdavid mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk memaknai momentum 1 Muharram sebagai ajang refleksi dan berhijrah menuju arah yang lebih baik.
”Sesuai arahan Pak Kiai Zahirin, intinya adalah hijrah. Kalau belum baik, kita berbenah jadi baik. Yang sudah baik, dipertahankan. Termasuk kami di Forkopimda agar bisa jadi lebih bagus lagi ke depan, lebih amanah, dan makin pro-rakyat,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Bupati juga meminta dukungan penuh dari rekan-rekan media untuk terus mengekspos dan melestarikan budaya lokal ini. Ia berharap tradisi Nganggung dapat terus terjaga setiap tahunnya sebagai sarana silaturahmi yang meruntuhkan sekat pemisah antara pemimpin dan masyarakat.
(Dolly)

